FILM DAN IKHTIAR KESADARAN KOLEKTIF



FILM DAN IKHTIAR KESADARAN KOLEKTIF

Terimakasih sebelumnya kepada Bapak Setia Naka Andrian,S.pd,M.pd yang telah memotivasi kita semua melalui karyany.Setelah membaca blog bapak,saya sangat tertarik dengan ulasan tersebut,dengan hal tersebut setidaknya esai  tersebut nisa dijadikan tumpuan bagi generasi muda agar lebih berkreatif dalam bidang perfilman khususnya di indonesia.
Dalam bukunya Salim Ahmad yang berjudul’profil dunia film Indonesia’yang mengisahkan Usmar Ismail serta yang mendirikan perusaan perfilman indonesia (perfini) memang benar yang dikatakan Usmar Ismail bahwa dalam membuat film tidak hanya mempertimbangkan masalah komersil saja,pembuatan film juga harus mempertimbangkan masyarakat yang ada dimasyarakat sekitar.Sehingga tidak membatasi kreatifitas generasi muda dalam dunia perfilman dan bisa menggali potensi yang ada di masyarakat,tidak hanya di masyarakat kota saja yang bisa berekspresi,masyarakat desa pun harus bisa bersaing,sehingga tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan roda kesenian.
Seperti di Kendal,rumah kreatif film kendal (RKFK) yang menggelar pemutaran film perdananya beberapa waktu yang lalu,film yang berjudul REKSA dengan pembuatan yang alakadarnya gagal yang menghampiri khalayak di gedung pendopo penuh,sebagian besar mereka merupakan kalangan anak muda,hal itu menjadi bukti bahwa masyarakat begitu menyukai sebuah film.
Film yamg digarap olah Mustofa yang baru berusia 19 tahun itu,mencoba mengangkat cerita kehidupan tentang ,masyarakat kendal,halm itu sangat menarik,sehingga dapat mengangkat nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat kendal.
Mengingat kendal merupakan pengirim TKW terbanyak di Jawa Tengah setelah Cilacap,RKFK berencana memutarkan film yang berjudul REKSA tersebut keliling kampung-kampung,mengingat film tersebut bercerita tentang ada sebuah keluarga petani miskin.mereka adalah REKSA seorang anak SD yang dilahirkan seorang ibu yang bernama Sum dan ayah yang bernama Sukri.Awalnya reksa sangat tidak menginginkan ibunya bekerja di Malaysia begitupun sebalikya sang Ayah tak kuasa menahan godaan tetangga yang lebih layak dari pada mereka karena istri bekerja di luar negeri dan akhirnya sukri memaksa istrinya untuk bekerja di Malaysia,dari cuplikan film tersebut mengajak kita berupaya untuk menumbuhkan kesadaran kolektif juga menumbuhkan rasa kecintaan terhadap sesuatu yang ada pada daerah yang dimiliki,menggali potensi daerah dan meningkatkannya menjadi lebih baik lagi kedepanya.
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musikalisasi Puisi Salah Satu Bentuk Ekspresi Sastra