Musikalisasi Puisi Salah Satu Bentuk Ekspresi Sastra
Dalam
dunia Sastra, mungkin tidak asing lagi yang namanya Puisi apalagi seiring
berjalannya waktu Puisi semakin berkembang dan banyak diminati oleh semua
kalangan. Dalam membawakan karya sastrapun berbeda-beda salah satunya yaitu
dengan Memusikalisasi Puisi. Musikalisasi merupakan perpaduan pembacaan puisi
yang melibatkan unsur musik didalamnya yang tidak hanya sekadar bermain musik
tetapi juga terdapat estetika dalam membaca puisi sehingga melengkapi estetika
dalam keduanya.
Teater
Gema Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Kamis 8 Maret 2018 mengadakan
rangkaian acara di Auditorium GP LT 6 UPGRIS, Penonton yang hadirpun bukan dari
kalangan mahasiswa UPGRIS saja, melainkan dari kalangan mahasiswa universitas
lain. Penampilan musikalisasi puisi oleh Paradoks dari Kendal sebagai pembuka
dilanjut dengan pementasan teater sebagai inti acara. Sebagai pembuka dalam
acara tersebut penampilan Paradoks dari Kendal yang membawakan beberapa Puisi
dengan diiringi alat musik seperti kendang dan gitar, penonton sangat antusias menghayati Puisi
yang dibawakan oleh grup tersebut.
Grup
tersebut membawakan beberapa Puisi diantarannya Puisi pertama karya W.S Rendra
yang berjudul “Gerilya” yang kedua yaitu karya Taufik Ismail dan yang brrjudul
“Membaca Tanda-Tanda” dan terakhir yaitu Puisi karya Setia Naka Andrian yang
berjudul”Kota dan Kehilangan”, yang dibawakan secara baik dan seakan penonton
masuk dalam suasana yang ada pada Puisi yang diiringi alat musik tersebut.
Penampilan
dari grup Paradoks dapat menginspirasi kita semua dalam hal memusikalisasi
Puisi sebagai ekspresi dalam hal Sastra, sehingga dapat berekspresi dalam
kebebasan berkreasi untuk mengembangkan karya sastra.
Komentar
Posting Komentar